Kalium permanganat merupakan zat pengoksidasi yang sangat kuat. Pereaksi ini dapat dipakai tanpa penambahan indikator, karena mampu bertindak sebagai indikator. Mangan(VII) berwarna ungu kuat sedangkan mangan(II) tidak berwarna. Dalam suasana asam ion permanganat mengalami reduksi menjadi ion mangan(II), sesuai reaksi:

MnO4- + 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O

Untuk pengasaman larutan sebaiknya dipakai asam sulfat, karena asam ini tidak menghasilkan reaksi samping. Sebaliknya jika dipakai asam klorida dapat terjadi kemungkinan teroksidasinya ion klorida menjadi gas klor dan reaksi ini akan mengakibatkan larutan permanganat dalam jumlah berlebihan.

Meskipun demikian, untuk beberapa reaksi tertentu, harus dipakai asam klorida misalnya pada reaksi dengan arsen(III) oksida, antimon(II) dan hidrogen peroksida, karena pemakaian asam sulfat justru menghasilkan beberapa tambahan kesulitan.

Reaksi reduksi ion permanganat juga dapat berlangsung dalam suasana netral dan basa kuat, Perekasi kalium permanganat tidak merupakan pereaksi baku primer. Sangat sukar untuk mendapatkan pereaksi mil dalam keadaan murni, bebas dari mangan(IV) oksida (mangan dioksida). Lagi pula air dipakai sebagai pelarut sangat mungkin masih mengandung zat pengotor lain yang dapat mereduksi permanganat menjadi mangan dioksida.

Timbulnya mangan dioksida justru akan mempercepat reaksi reduksi permanganat. Demikian juga adanya ion mangan(II) dalam larutan akan mempercepat eduksi permanganat menjadi mangan dioksida, reaksi tersebut berlangsung sangat cepat dalam suasana netral.

Dengan adanya alasan-alasan tersebut maka pembuatan larutan baku permanganat dilakukan sebagai berikut. Larutkan sejumlah(gram) pereaksi dalam air kemudian didihkan selama satu jam diatas penangas air. Selanjutnya disaring lewat penyaring yang bebas dari zat pereduksi, misalnya bulu kaca murni.

Wadah bertutupkan sumbat kaca yang dipakai untuk menyimpan larutan, harus benar-benar bebas dari zat pengotor seperti misalnya lemak atau zat pengotor lain. Untuk keperluan ini biasanya wadah tersebut dicuci bersih memakai campuran larutan kalium dikromat dan asam sulfat pekat, diikuti pembilasan dengan aquades. Larutan ini sebaiknya disimpan ditempat gelap, terhindar dari cahaya, karena itu sebaiknya dipakai botol berdinding gelap.

Natrium(I) oksalat merupakan zat baku primer yang baik untuk membakukan larutan permanganat. Pereaksi ini mudah diperoleh dalam keadaan murni, stabil dan tidak higroskopis. Titrasi pembakuan dilakukan dalam suasana asam sulfat setelah larutan dipanaskan terlebih dahulu hingga suhu 60° C untuk mempercepat reaksi. Reaksi ini dikatalis oleh ion mangan(II) yang dihasilkan sendiri dari reaksi penguraian permanganat. Reaksi adalah sebagai berikut:

2Na+ + C2O42- + 2H+ H2C2O4 +2Na+

2MnO4- + 5H2C2O4 + 6H+ Mn2+ + 10CO2 + 8H2O

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *