SISTEM PEREDARAN DARAH

Sistem perrdaran darah terdiri atas sistem peredaran darah dan limfe. Sistem peredaran darah terdiri atas struktur-struktur :

1. Jantung, sebagai pemompa darah

2. Serangkaian pembuluh eferen, arteri-arteri yang berfungsi membawa nutrisi-nutrisi dan oksigen bersama darah menuju jaringan

3. Kapiler-kapiler sebagai pertukaran antara darah dan jaringan

4. Vena, pembuluh-ppembuluh eferen dan jangtung yang merupakan persatuan kapiler-kapiler menjadi sistem peredaran yang lebih besar yang membawa hasil-hasil metabolisme, CO2 dan sebagainya (Nurhayati, 2004)

1. Struktur Umum Peredaran Darah

Secara umum pembuluh darah terdiri dari lapisan-lapisan :

1.1 Tunika intima (tunika interna)

Terdiri atas lapisan sel endotel yang membatasi permukaan dalam pembuluh dibawah endotel, dibawah endotel terdapat lapisan sub endotel, terdiri atas jaringan penyambung halus yang kadang-kadang mengandung sel otot polos

1.2 Tunika media

Tersusun utama oleh sel-sel otot polos. Diantara sel-sel otot polos terdapat sejumlah kolagen elastin dan proteoglikan

1.3 Tunika adventia

Terdiri atas jaringan penyambung dengan serabut elastin (Nurhayati, 2004)

2. Sistem Peredaran Darah Pada Filum Vertebrata

2.1 Pisces

Sistem peredaran darah pada ikan terdiri dari: jantung beruang dua, yaitu sebuah-bilik (ventrikel) dan sebuah serambi (atrium). Jantung terletak dibawah faring di dalam rongga pericardium , yaitu bagian dari rongga tubuh yang terletak dianterior (muka). selain itu, terdapat organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Darah ikan tampak pucat dan relative sedikit bila dibanding dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang berinti dan sel darah putih. Lien (limpa) sebagai bigian dari sistem peredaran terdapat di dekat lambung dan dilengkapi dengan pembuluh-pembuluh limpa ( R. Swasono, 1970 ).

Pada proses peredaran darah, darah dari seluruh tubuh yang mengandung CO2 kembali ke jantung melalui vena dan berkumpul di sinus venosus kemudian masuk ke serambi. Selanjutnya, darah dari serambi masuk ke bilik dan dipompa menuju insang melewati konus arterious, aorta ventralis, dan empat pasang arteri aferen brakialis. Pada arteri aferen brakialis, Oksigen diikat oleh darah, selanjutnya menuju arteri eferen brakialis dan melalui aorta dorsalis darah diedarkan ke seluruh tubuh. Di jaringan tubuh, darah mengikat CO2 Dengan adanya sistem vena, darah dikemballikan dari bagian kepala dan badan menuju jantung. Vena yang penting misalnya: vena cardinalisposterior dan vena cardinalis posterior (membawa darah dari kepala dan badan), vena porta hepatika (membawa darah dari tubuh melewati hati),vena porta renalis (membawa darah dari tubuh melewati ginjal). Peredaran darah pada ikan disebut peredaran darah tunggal karena darah hanya satu kali melewati jantung ( R. Swasono, 1970 )

2.2 Amfibi

Sistem peredaran darah pada katak terdiri dari, jantung beruang tiga, arteri, vena, sinus, venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa.darah katak tersusun dari plasma darah yang terang (cerah) dan berisi sel – sel darah (korpuskula), yakni sel – sel darah merah , sel darah putih dan keeping sel darah ( R. Swasono, 1970 ).

Jantung katak terdiri dari:

1. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya disebelah posterior

2. Dua buah serambi , yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri (atrium sinister)

3. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak disebelah dorsal dari jantung

4. Trunkus arteriosus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar anterior bilik.

Untuk mencegah berbaliknya, aliran darah, di antara serambi dan bilik terdapat katup (valve), sedangkan antara serambi kanan dan kiri terdapat sekat (septum). Di dalam trunkus arteriosus terdapat katup spiralis. Darah yang mengandung CO2, dari seluruh tubuh masuk ke jantung melalui vena kava (pembuluh balik tubuh). Darah ini mula – mula berkumpul di sinus venosus, dan kemudian karena adanya kontraksi maka darah akan masuk serambi kanan. pada saat itu, darah yang mengandung O2, yang berasal dari paru-paru masuk ke serambi kiri. Bila kedua serambi berkontraksi maka darah akan terdorong ke dalam bilik. Dalam bilik terjadi sedikit percampuran darah yang kaya O2 dan miskin O2. Untuk selanjutnya, darah yang kaya O2 dalam bilik dipompa melalui trunkus arteriosus menuju arteri hingga akhirnya sampai di arteri yang sangat kecil (kapiler) diseluruh jaringan tubuh. Dari seluruh jaringan tubuh, darah akan kembali kejantung melewati pembuluh balik yang kecil (venula) dan kemudian ke vena dan akhirnya ke jantung, sementara itu, darah yang miskin dipompa keluar melewati arteri konus tubular. Pada katak dikenal adanya sistem porta , yaitu suatu sistem yang dibentuk oleh pembuluh balik (vena ) saja ( R. Swasono, 1970 ).

2.3 Reptil

Peredaran darah pada reptil merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, selain itu karena darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali maka peredaran darah reptile disebut sebagai peredaran darah ganda. Peredaran darah ganda terdiri atas :

2.3.1 Peredaran Darah

a. Peredaran darah panjang/besar/sistemik :

Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.


b. Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal :

Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis. Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah.

2.3.2 Tiga Pola Sistem Sirkulasi pada Superkelas Reptil / :

Sistem peredaran darah pada reptil tidak bisa disamaratakan dalam satu model. Ini tidak begitu mengherankan mengingat keragaman morfologi, fisiologi dan perilaku yang ditemukan di dalam superkelas ini. Kita dapat membagi model jantung reptile ke dalam tiga pola; pola Squamata, pola Varanid, dan pola Crocodilian.

a. Pola Squamata.

Pola ini ditandai dengan tiga ru
ang jantung (2 atria dan 1 ventrikel jantung). Atrium kanan menerima darah miskin oksigen lalu diteruskan ke cavum venosum ventrikel. Atrium kiri menerima darah kaya oksigen dari paru-paru lalu diteruskan ke cavum arteriosum. Kontraksi ventricular pada pola ini adalah tunggal, yang mana akan berakibat pada tercampurnya darah miskin oksigen dan darah kaya oksigen.

b. Pola Varanid.

Kelompok kadal-kadalan/Varanida biasanya memiliki tingkat metabolism yang lebih tinggi dari reptile lainnya dan memilliki sedikit perbedaan struktur jantung. Pola ini memiliki karakteristik berjantung tiga ruang tetapi cavum venosum-nya lebih kecil dari pada cavum venosum pada pola Squamata. Selain itu peredaran darahnya ganda. Perbedaan ini mengurangi resiko pencampuran dari darah kaya oksigen dan darah miskin oksigen. Namun pencampuran masih dapat terjadi dalam beberapa keadaan.

c. Pola Crocodilian.

Pola ini merupakan karakteristik dari Crocodilian. Jantungnya terdiri dari empat ruangan (dua atria dan dua ventrikel), tetapi terdapat saluran sempit, yaitu foramen Panizza, yang menghubungkan dua arteri utama (arteri kanan dan arteri kiri). Dua system arteri ini muncul dari ruang ventrikel yang berbeda (arteri kiri dari ventrikel kanan, dan arteri kanan dari ventrikel kiri). Ini memberikan kesempatan bagi paru-paru untuk melakukan anoxia (mengurangi suplai oksigen pada jaringan tubuh) pada kondasi tertentu, misalnya ketika menyelam dalam air. Menurut para penyelam sukarelawan, buaya dapat diam dalam air selama 10-15 menit. Ketika buaya sedang bersembunyi dari mangsanya, kemampuan menyelam ini bisa lebih lama lagi, sekitar 30 menit atau lebih. Eksperimen menunjukkan bahwa kebanyakan buaya sebenarnya dapat bertahan di bawah air hingga 2 jam jika dalam keadaan tertekan.

Darah miskin oksigen dari tubuh di terima oleh atrium kanan dan di transport ke ventrikel kanan. Dari sana darah dipompa ke paru-paru dan kembali ke atrium kiri. Darah kaya akan oksigen ini kemudia di pompa oleh ventrikel kiri menuju seluruh tubuh.

Jantung pola Crocodilian

Walaupun system arteri kiri berasal dari ventrikel kanan, darah ini tersuplai oleh oksigen dari darah kaya oksigen di ventrikel kiri melalui foramen panizza. Karena tekanan dalam system sirkulasi lebih tinggi dari sirkulasi paru-paru. Katup pada basal system arteri kiri tetap tertutup untuk menjaga darah tetap terpisah. Ketika buaya menyelam, tekanan udara terbentuk dalam paru-paru, menurunkan aliran pada system paru-paru. Ini menurunkan jumlah darah yang mengalir ke paru-paru dan output dari ventrikel kanan langsung masuk ke system arteri kiri. Dengan cara ini, buaya mampu mencegah aliran darah ke paru-paru jika tidak diperlukan.

2.4 Aves

Sistem peredaran darah pada aves berupa sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Sistem peredaran darah tertutup yang disebut sistem kardiovaskuler terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah. Seperti pada mamalia, sirkulasi aves terjadi sebanyak 2 kali peredaran, yaitu peredaran darah kecil dan peredaran darah besar. Peredaran darah kecil dimulai dari ventrikel kanan melalui paru-paru sampai atrium kiri, sedangkan peredaran darah besar dimulai dari ventrikel kiri sampai ventrikel kanan.

Jantung aves terbagi menjadi 4 ruang yaitu atrium dekster, atrium sinister, ventrikel dekster, dan ventrikel sinister. Sekat di antara ventrikel sinister dan ventrikel dekster telah sempurna sehingga tidak terjadi pencampuran darah yang kaya oksigen dan yang miskin oksigen. Sinus venosus telah mengthilang pada hewan ini. Terdapat tiga vena besar yaitu dua vena cava anterior dan satu vena posterior yang masuk langsung ke dalam atrium dekster. Vena pulmonalis mengembalikan darah yang sudah kaya akan oksigen dari paru-paru ke atrium sinister. Kedua atriumnya berdinding tipis, ventrikel sudah terpisah sempurna. Dinding otot ventrikel sinister jauh lebih tebal daripada ventrikel dekster. Antara antrium dekster dan ventrikel dekster dipisahkan oleh suatu valvula tunggal. Sedangkan pada atrium sinister dan ventrikel sinister dipisahkan oleh dua valvula yaitu valvula bicuspidalis. Pada aves hanya ada dua pembuluh darah yang meninggalkan jantung yaitu aorta pulmonalis dari ventrikel dekster dan arcus aorta dari ventrikel sinister.

Darah yang mengandung karbondioksida dari seluruh tubuh masuk ke dalam atrium dekster. Kemudian darah mengalir melewati valvula tunggal menuju ventrikel dekster. Kontraksi ventrikel dekster mendorong darah masuk ke arteri pulmonalis yang kemudian menuju paru-paru. Setelah melewati kapiler dalam paru-paru, darah yang banyak mengandung oksigen kembali ke jantung melewati vena pulmonalis. Atrium sinister menerima darah dari vena pulmonalis. Darah mengalir melewati vulva bikuspidalis menuju ke ventrikel sinister. Kontraksi ventrikel sinister mendorong darah melalui arcus aorta. Kemudi
an darah diedarkan ke seluruh tubuh. Darah yang kembali mengandung karbondioksida masuk menuju jantung melewati vena cava anterior dan posterior.

2.5 Mamalia

Pengamatan yang mendalam mengenai jantung mamalia berbilik empat memberikan pemahaman yang lebih lengkap mengenai bagaimana sirkulasi ganda bekerja. Jantung manusia yang berada persisi di bawah tulang dada, misalnya berukuran sekitar satu kepalan tangan. Jantung terutama tersusun dari jaringan otot jantung. Kedua atria mempunyai dinding yang relatif tipis dan berfungsi sebagai ruangan penampungan bagi darah yang kembali ke jantung, dan hanya memompa darah dalam jarak yang sangat dekat menuju vemtrikel. Ventrikel mempunyai dinding yang lebih tebal dan jauh lebih kuat dibandingkan dengan atrrium-khususnya ventrikel kiri, yang harus memompakan darah keluar ke seluruh organ tubuh melalui sistematik.

Empat katup jantung, masing-masing terdiri atas flaps (jaringan ikat), berfungsi untuk mencegah aliran balik darah. Anatar setiap atrium dan ventrikel terdapat katup atriventrikel (AV). Katup AV ditambatkan oleh serabut yang kuat mencegah terjadinya perputaran balik aliran darah dari dalam keluar. Tekanan yang dibangkitkan oleh kontraksi ventrikel yang sangat kuat akan menutup katup AV, sehingga menjaga darah tidak mengalir kembali ke dalam atrium. Katup semilunar terletak dikedua pintu keluar jantung, tempat aorta meninggalkan ventrikel kiri dan arteri pulmoner meninggalkan ventrikel kanan.

Jantung (cor)

Merupakan alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung (miokardium), selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan jantung (endokardium).

Otot jantung mendapatkan zat makanan dan O2 dari arah melalui arteri koroner. Peristiwa penyumbatan arteri koroner disebut koronariasis.

Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel.

Atrium (serambi)

Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang disebut foramen ovale.

Ventrikel (bilik)

Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar jantung. Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvula trikuspidalis.

Saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya O2 dipompakan menuju aorta. Sedangkan darah dari ventrikel kanan yang kaya CO2 dipompakan melalui arteri paru-paru (arteri pulmonalis). Bila ventrikel mengendur (relaksasi) maka jantung akan menerima darah vari vena cava superior, dan vena cava inferior yang kaya CO2 masuk ke dalam atrium kanan. Sedangkan darah dari pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri. Pada jantung yang mengempis (kontraksi) maka tekanan jantung menjadi maksimum disebut sistole. Keadaan jantung yang relaksasi (mengendur) maksimum, maka tekanan ruang jantung menjadi minimum disebut diastole.

Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 – 80 kali setiap menit, sehingga dalam sehari ± 100.000 kali. Pada bayi yang baru lahir berdenyut ± 130 setiap menit. Umur 20 tahun ± 72 / menit dan 45 tahun ± 75 / menit.

3. Jantung

Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mergalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengalirkan darah menuju jantung (Nurhayati, 2004).

Jantung manusia merupakan jantung berongga yang memiliki 2 atrium dan 2 ventrikel. Jantung merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh. Jantung manusia berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar kepalan tangan, terletak di rongga dada sebalah kiri. Jantung dibungkus oleh suatu selaput yang disebut perikardium. Jantung bertanggung jawab untuk mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya. Untuk mejamin kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik.

Otot jantung berkontraksi terus menerus tanpa mengalami kelelahan. Kontraksi jantung manusia merupakan kontraksi miogenik, yaitu kontaksi yang diawali kekuatan rangsang dari otot jantung itu sendiri dan bukan dari syaraf.

Terdapat beberapa bagian jantung (secara anatomis) akan kita bahas dalam makalah ini, diantaranya yaitu :

3.1 Bentuk Serta Ukuran Jantung

Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ukuran jantung panjangnya kira-kira 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm.

Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah.

Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu pada diaphragma thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus.

Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa III dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Pada tepi kanan caudal berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa VI dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Tepi kiri cranial jantung berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa II sinistra di tepi lateral sternum, tepi kiri caudal berada pada ruang intercostalis 5, kira-kira 9 cm di kiri linea medioclavicularis.

Selaput yang membungkus jantung disebut perikardium dimana terdiri antara lapisan fibrosa dan serosa, dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan antara perikardium dan epikardium. Epikardium adalah lapisan paling luar dari jantung, lapisan berikutnya adalah lapisan miokardium dimana lapisan ini adalah lapisan yang paling tebal. Lapisan terakhir adalah lapisan endokardium.

3.2 Ruang Dalam Jantung

Ada 4 ruangan dalam jantung dimana dua dari ruang itu disebut atrium dan sisanya adalah ventrikel. Pada orang awam, atrium dikenal dengan serambi dan ventrikel dikenal dengan bilik.

Kedua atrium merupakan ruang dengan dinding otot yang tipis karena rendahnya tekanan yang ditimbulkan oleh atrium. Sebaliknya ventrikel mempunyai dinding otot yang tebal terutama ventrikel kiri yang mempunyai lapisan tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan.

Kedua atrium dipisahkan oleh sekat antar atrium (septum interatriorum), sementara kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat antar ventrikel (septum inter-ventrikulorum). Atrium dan ventrikel pada masing-masing sisi jantung berhubungan satu sama lain melalui suatu penghubung yang disebut orifisium atrioventrikuler. Orifisium ini dapat terbuka atau tertutup oleh suatu katup atrioventrikuler (katup AV). Katup AV sebelah kiri disebut katup bikuspid (katup mitral) sedangkan katup AV sebelah kanan disebut katup trikuspid.

3.3 Katup-Katup Jantung

Diantara atrium kanan dan ventrikel kanan ada katup yang memisahkan keduanya yaitu katup trikuspid, sedangkan pada atrium kiri dan ventrikel kiri juga mempunyai katup yang disebut dengan katup mitral/ bikuspid. Kedua katup ini berfungsi sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari atrium ke ventrikel.

b. Katup Trikuspid

Katup trikuspid berada diantara atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila katup ini terbuka, maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup trikuspid berfungsi mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup trikuspid terdiri dari 3 daun katup.

c. Katup pulmonal

Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.

d. Katup bikuspid

Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju ventrikel kiri.. Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi ventrikel. Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.

e. Katup Aorta

Katup aorta terdiri dari 3 daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. Katup ini akan membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir keseluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada saat ventrikel kiri relaksasi, sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam ventrikel kiri.

3.4 Komponen Sistem Induksi Jantung

1. Sinoatrial

2. Atrioventrikular

3. RA, LA, RV, LV

4. Peace Meker ( Pusat Picu Jantung )

Fungsi utama jantung adalah memompa darh ke seluruh tubuh dimana pada saat memompa jantung otot-otot jantung (miokardium) yang bergerak. Untuk fungsi tersebut, otot jantung mempunyai kemampuan untuk menimmbulkan rangsangan listrik.

Aktifitas kontraksi jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh selalu didahului oleh aktifitas listrik. Aktifitas listrik inidimulai pada nodus sinoatrial (nodus SA) yang terletak pada celah antara vena cava suiperior dan atrium kanan. Pada nodus SA mengawali gelombang depolarisasi secara spontan sehingga menyebabkan timbulnya potensial aksi yang disebarkan melalui sel-sel otot atrium, nodus atrioventrikuler (nodus AV), berkas His, serabut Purkinje dan akhirnya ke seluruh otot ventrikel.

3.5 Persyarafan jantung

Meskipun gerakan jantung bersifat ritmik, tetapi kecepatan kontraksi dipengaruhi oleh rangsangan yang sampai pada jantung melalui saraf vagus dan simpatetik. Cabang dari urat-urat saraf ini berjalan ke nodul sinus atrial. Pengaruh dari sistem simpatetik ini mempercepatr irama jantung. Dan pengaruh dari vagus yang merupakan bagian dari sistem parasimpatetik yang menyebabkan gerakan jantung diperlambat. Secara normal jantung selalu mendapat hambatan dari vagus akan tetapi bila tonus vagus ditiadakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh sewaktu bergerak cepat, maka irama debaran jantung bertambah. Sebaliknya waktu tubuh istirahat maka irama lebih pelan (Evelyn, 2005).

4. Arteri

Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Arteri membawa darah yang kaya oksigen, kecuali arteri pulmonalis. Arteri bersifat elastik karena mempunyai lapisan otot polos dan serabut elastik sehingga dapat berdenyut-denyut sebagai kompensasi terhadap tekanan jantung pada saat sistol. Arteri yang lebih kecil dan arteriola lebih banyak mengandung lapisan otot sebagai respon terhadap pengendalian saraf vasomotor. Arteri mendapatkan suplai darah dari pembuluh darah khusus yang disebut vasa vasorum, dipersarafi oleh serabut saraf motorik yang disebut vasomotor. Arteri mempunyai diameter yang berbeda-beda, mulai yang besar yaitu aorta kemudian bercabang menjadi arteri dan arteriola.

5. Vena

Vena merupakan pembuluh darah yang mengembalikan darah dari seluruh tubuh ke jantung sehingga dinamakan pula pembuluh balik. Vena mempunyai tiga lapisan seperti arteri tetapi mempunyai lapisan otot polos yang lebih tipis, kurang kuat dan mudah kempes (kolaps). Vena dilengkapi dengan katup vena yang berfungsi mencegah aliran balik darah ke bagian sebelumnya karena pengaruh gravitasi. Katup vena berbentuk lipatan setengah bulat yang terbuat dari lapisan dalam vena yaitu lapisan endotelium yang diperkuat oleh jaringan fibrosa.

6. Kapiler

Pada Potongan melintang tampak dibatasi satu sel endotelium. Memiliki sitoplasma yang tipis, tercat merah muda, inti sel endotelium dapat terlihat menonjol ke arah lumen, dan terkadang didalam lumen terdapat eritrosit dan juga beberapa leukosit (Djuhary, 1981)

Lima macam kapiler diantaranya adalah sebagai berikut :

a). Kapiler Kontinyu : Tidak memiliki porus dalam endoteliumnya

b). Kapiler Berjendela : Mempunyai pori yang tersebar luas didalam dinding selendotelium

c). Kapiler Sinusoidal : Bentuknya lebar dan tidak teratur, dan lamina basalisnya tidak jelas

d). Sinusoid ( Hepar ) : Radier dengan pusat vena centralis, dibatasi endotelium dan kupffer

e). Sinus Venousus : Lebih lebar , lamina basalis diskontinyu, epitelium non fagosit

7. Darah

7.1 Proses Pembentukan Darah

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua hewan tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata haemo atau hemato yang berasal dari bahasa yunani haima yang berarti darah (Evelyn, 2005).

Darah merupakan cairan yang terdiri atas dua bagian yaitu selah darah dan plasma. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotik dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. Plasma darah terdiri atas : air (91 %), mineral (0,9 %), protein (8 %), dan sisanya diisi oleh bahan organik yaitu : glukosa, lemak, urea, asam urat, kreatinin, kolesterol dan asam amino. Selain itu plasma juga berisi gas (COdarah 2), hormon, enzim dan antigen. Darah berfungsi sebagai sistem transpor dari tubuh, menghantarkan oksigen ke jaringan, melindungi tubuh terhadap serangan bakteri, pembentukan jaringan, menyegarkan cairan jaringan, dll (Evelyn, 2005).

Ada beberapa fungsi darah adalah membawa nutrien yang telah disiapkan oleh saluran pencernaan menuju ke jaringan tubuh, membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan, membawa karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru, membawa produk buangan dari berbagai jaringan menuju ke ginjal untuk diekskresikan, membawa hormon dari kelenjar endokrin ke organ-organ lain didalam tubuh, berperan penting dalam pengendalian suhu tubuh dengan cara mengangkut panas dari struktur yang lebih dalam menuju ke permukaan tubuh, ikut berperan dalam mempertahankan keseimbangan air, berperan dalam sistem buffer, seperti bicarbonat di dalam darah membantu mempertahankan pH yang konstan pada jaringan dan cairan tubuh, pembekuan darah pada luka mencegah terjadinya kehilangan darah yang berlebihan pada waktu luka, serta mengandung faktor-faktor penting untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit (Evelyn, 2005).

7.2 Eritrosit

Eritrosit adalah sel-sel yang memiliki diameter 5-6 µm, serta terdiri dari 60-70% H2O, 28-35% hemoglobin, matrik anorganik maupun organik, membran sel non elastik tetapi fleksibel, berbentuk bikonkaf, pada mamalia eritrosit tidak berinti, sedangkan pada unggas dan unta, eritrosit berinti. Eritrosit didalam pembuluh darah tersusun bertumpuk seperti koin dan disebut dengan istilah reuloux (John Kramer, 2000). Sel darah merah dihasilkan di limpa, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati

Menurut Hickman (1986), komponen utama sel darah merah adalah molekul haemoprotein, hemoglobin yang mengisi kira-kira sepertiga dari masa eritrosit. Dengan menggunakan metode elektrophoretik, hemoglobin dapat ditemukan. Molekul hemoglobin teiri atas dua cincin, haem dan globin yang disintesis sendiri-sendiri. Rantai haem mengandung besi dan merupakan tempat pengikatan oksigen. Molekul ini memiliki kemampuan mengambil dan menggantikan oksigen dengan tekanan relatif tipis.

7.3 Hemoglobin

Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan – hewan bertulang belakang atau vertebrata termasuk kuda. Zat besi dalam bentuk Fe2+ dalam hemoglobin memberikan warna merah pada darah. Dalam keadaan normal 100 ml darah mengandung 15 gram hemoglobin yang mampu mengangkut 0,03 gram oksigen. Hemosianin yang berwarna biru mengandung tembaga dan digunakan oleh hewan Crustacea. Sedangkan cumi-cumi mengandung vanadium kromagen yang memberikan warna hijau muda, biru atau kuning orange (Evelyn, 2005).

7.4 Packed Cell Volume (PCV)

Nilai hematokrit adalah suatu istilah yang artinya adalah prosentase berdasar volume dari darah, yang terdiri dari sel-sel darah merah. Penentuannya dilakukan dengan mengisi tabung hematokrit dengan darah yang diberi zat agar tidak menggumpal, kemudian dilakukan sentrifuse sampai sel-sel mengumpul di dasar (Frandson, 1996).

PCV merupakan perbandingan antara volume eritrosit darah dan komponen darah yang lain. Volume eritrosit di dalam darah berbanding langsung terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin. Nilai PCV merupakan petunjuk yang sangat baik untuk menentukan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dalam sirkulasi darah (Coles, 1986).

7.5 Leukosit

Sel darah putih sangat berbeda dengan eritrosit, karena adanya nukleus
dan memiliki gerak yang indipenden. Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit (Schalm, 1975).

7.6 Neutrofil

Neutrofil memiliki diameter sekitar 10 – 15 µm. sekitar 70% dari jumlah leukosit adalah sel neutrofil. Sel ini memiliki 2-5 lobus yang tersambung oleh filamen kromatin. Cytoplasma berwarna merah muda sampai keabu-abuan karena proses pengecatan (Anonim, 1996). Menurut Frandson (1996) neutrofil mengandung granula yang memberikan warna tidak biru maupun merah. Ini merupakan jajaran pertama untuk sistem pertahanan melawan infeksi dengan cara migrasi ke daerah-darah yang sedang mengalami serangan oleh agen bakteria.

Neutrofil merupakan sel pertahanan pada jaringan ekstravaskuler, membunuh bakteri atau organisme infeksius lainnya yang merupakan benda asing bagi tubuh. Neutrofil disebut juga sebagai Polimorfonuklear Leukosit (PMNS) oleh beberap
a laboratorium hematologi (
Evelyn, 2005).

7.7 Eosinofil

Eosinofil memiliki diameter 10-15 µm. Komponen eosinofil hanya sekitar 2 – 4% dari jumlah total leukosit. Sel ini biasanya hanya terdiri dari dua lobus nukleus serta sitoplasma berwarna terang yaitu berwarna orange sampai merah (Evelyn, 2005).

7.8 Basofil

Basofil mengandung heparin (zat antikoagulan), dipostulasikan bahwa
heparin tersebut dilepaskan di daerah peradangan guna mencegah timbulnya pembekuan di dalam darah dan limfa. Karena terlibat dalam proses peradangan maka ada suatu keseimbangan yang peka antara basofil dan eosinofil dalam menginisiasi proses peradangan. Basofil juga mengandung histamin disamping sedikit bradikinin dan serotonin. Sel-sel ini terlibat dalam reaksi peradangan jaringan dan dalam proses reaksi alergik (
Evelyn, 2005).

7.9 Limfosit

Fungsi utama dari limfosit adalah merespon antigen (benda-benda asing) dengan membentuk antibodi yang bersirkulasi di dalam darah atau dalam pengembangan imunitas (Frandson,1996). Menurut Guyton (1997), limfosit terletak secara menyebar dalam nodus limfe namun juga dapat ditemukan di dalam jaringan limfoid khusus seperti limpa, daerah submukosa dari traktus gastrointestinal dan sumsum tulang. Jaringan limfoid tersebar di dalam tubuh guna menahan invasi organisme atau toksin sebelum dapat menyebar luas.

7.10 Monosit

Monosit merupakan sel darah putih yang memiliki fungsi mirip dengan neutrofil yaitu sebagai fagositik. Kerja utama dari neutrofil adalah mengatasi infeksi akut sedangkan monosit bekerja pada keadaan yang kronis (Frandson, 1996). Monosit terkadang mengandung vakuola besar. Monosit diproduksi di sumsum tulang, melewati darah dan dewasa dalam jaringan untuk menjadi makrofag jaringan (Evelyn, 2005).

7.11 Protein Plasma

Plasma merupakan cairan berwarna kuning terang dan mengisi sekitar 55% dari volume darah. Sekitar 6-8% dari total protein plasma terdiri dari 4,5% albumin, 2% serum globulin serta 0,3% terdiri dari fibrinogen (Evelyn, 2005).

7.12 Fibrinogen

Fibrinogen merupakan protein plasma yang mempunyai fungsi utama dalam proses pembekuan darah. Fibrinogen disintesa oleh organ hati dimana diproduksi oleh mikrosom dalam sel-sel hati. Penyimpanan fibrinogen terjadi pada sel-sel parenkim hati sampai nanti dibutuhkan oleh tubuh. Fibrinogen mempunyai turn over time lebih cepat daripada protein plasma yang lain yaitu sekitar 50 jam. Turn over time yang cepat ini diperlukan untuk mensuplai fibrinogen baru untuk melindungi endotel pembuluh darah. Ada kemungkinan fibrinogen diperlukan dalam suatu proses metabolisme tertentu, akan tetapi hal ini belum dapat dibuktikan secara eksperimental (Evelyn, 2005).

7.13 TROMBOSIT

Bentuk selnya kecil, tidak beraturan dan mempunyai inti. Berjumlah sekita 0,6 – 1,0% dari sel darah. Sekitar 200.000 – 400.000 butir/mm3 Dibentuk disumsum tulang, yang merupakan fragmentasi dari megakariosit (sel pembentuk trombosit). Umurnya ± 8 hari. Berfungsi dalam proses pembekuan darah. Bila enzim trombokinase tidak dapat dihasilkan dengan baik/kurang dari normal karena jumlah trombosit yang kurang atau rusaknya trombosit maka akan menyebabkan darah sukar berhenti apabila terjadi luka. Penyakit darah sukar berhenti pada saat terjadi luka disebut dengan Hemofilia. Penyakit ini merupakan penyakit genetis/bawaan dari orangtua.

7.14 PLASMA DARAH

Protein darah yang terdiri dari :Albumin, berperanan dalam tekanan oemosis darah. Globulin, berperanan dalam pembentukan zat anti, terutama gamma globulin. Fibrinogen, berperanan dalam proses pembekuan darah. Serum yaitu cairan yang berwarna bening bila darah diendapkan. Bewrarna jernih putih kekukingan Mengandung antiibodi Macam antibody : Presipitin, berperanan dalam menggumpalka antigen. Lisin, berperanan dalam menguraikan kuman. Antitoksin, berperanan dalam menawarkan racun. Garam mineral : Kation : Na+ , K+ , Ca2+ , Mg2+ dan Anion : CL- , HCO3- , PO4

Sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dibuat di dalam sumsum tulang. selain itu, limfosit juga dibuat di dalam kelenjar getah bening dan limpa; dan limfosit t dibuat dan matang dalam thymus (sebuah kelenjar kecil di dekat jantung). Kelenjar thymus hanya aktif pada anak-anak dan dewasa muda. di dalam sumsum tulang, semua sel darah berasal dari satu jenis sel yang disebut sel stem. Jika sebuah sel stem membelah, yang pertama kali terbentuk adalah sel darah merah yang belum matang (imatur), sel darah putih atau sel yang membentuk trombosit (megakariosit), kemudian jika sel imatur membelah, akan menjadi matang dan pada akhirnya menjadi sel darah merah, sel darah putih atau trombosit. Kecepatan pembentukan sel darah dikendalikan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika
kandungan oksigen dalam jaringan tubuh atau jumlah sel darah merah berkurang, ginjal akan menghasilkan dan melepaskan eritropoietin (hormon yang merangsang sumsum tulang untuk membentuk lebih banyak sel darah merah). Sumsum tulang membentuk dan melepaskan lebih banyak sel darah putih sebagai respon terhadap infeksi dan lebih banyak trombosit sebagai respon terhadap perdarahan ( yatim, 1984).

Proses pembentukan darah pada manusia terjadi pada sum sumtulang belakang, yang merupakan komponen utamanya adalah eritroprotein yang merupakan regulator dalam eritropoesis, eriprotein terutama disintesis oleh ginjal dan dilepaskan ke dalam aliran darah sebagai respon hipoksia, dari dalam darah eritroprotein akan masuk ke sumsum tulang belakang dan selanjutnya eriprotein akan melakukan interaksi dengan progenitor sel darah merah lewat sebuah resptor yang spesifik yang akan menstimulus enzim lainnya . (kardong, 2002)

Selanjutnya akibat pengaruh enzim terkait di dalam sumsum tulang terbentuk bakal sel darah berasal dari satu jenis sel yang disebut sel stem.Jika sebuah sel stem membelah, yang pertama kali terbentuk adalah sel darah merah yang belum matang (imatur), sel darah putih atau sel yang membentuk trombosit (megakariosit).Kemudian jika sel imatur membelah, akan menjadi matang dan pada akhirnya menjadi sel darah merah, sel darah putih atau trombosit. Kecepatan pembentukan sel darah dikendalikan sesuai dengan kebutuhan tubuh.Jika kandungan oksigen dalam jaringan tubuh atau jumlah sel darah merah berkurang, ginjal akan menghasilkan dan melepaskan eritropoietin (hormon yang merangsang sumsum tulang untuk membentuk lebih banyak sel darah merah).Sumsum tulang membentuk dan melepaskan lebih banyak sel darah putih sebagai respon terhadap infeksi dan lebih banyak trombosit sebagai respon terhadap perdarahan. ( kardong, 2002)

7.15 Proses Pembekuan Darah

Terjadi luka ——→ trombosit pecah —————- → enzim tromboplastin/trombokinase

FAH dan ion Ca2+

Protrombin ———————-→ thrombin

Vitamin K

Fibrinogen ——————→ fibrin

Luka tertutup

(Evelyn, 2005)


DAFTAR PUSTAKA

Evelyn, C Pearce. 2005. Anatomi Dan Visiologi Untuk Paramedis. Gamedia : Jakarta

Yatim, wildan. 1984. Histologi Biologi Modern. ITB : Bandung

Soewasono.1970. Zoology Anatomy Comparative.

Djuhary. 1981. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata 2. Arnico: Jakarta

Nurhayati, Awik Pudji Diah. 2004. Diktat Struktur Hewan. ITS Press: Surabaya

Kardong, Kenneth V. 2002. Vertebrates: Comparative Anatomy, Function, Evolution. The McGrawHill Companies,Inc: New York

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *