Sejalan dengan perkembangan usaha budidaya ikan di laut, muncul pula beberapa masalah yang dapat menggangu bahkan menghambat perkembangan usaha tersebut misalnya hama dan penyakit ikan.

1) Hama

Hama yang menyerang pada usaha budidaya ikan laut lebih banyak disebabkan oleh hewan pemangsa atau pengganggu lainnya. Hama dapat menyerang apabila kerusakan pada sistem jaring-jaring yang dipergunakan sebagai kurungan pemeliharaan ikan. Kerusakan tersebut mengakibatkan masuknya hewan pengganggu atau pemangsa lainnya seperi burung dan lingsang. Walaupun akibat yang ditimbulkan sangat terbatas atau relatif kecil, namun hal tersebut tidak boleh diabaikan begitu saja. Termasuk kerugian akibat adanya pencurian yang dilakukan oleh manusia.

2) Penyakit

Secara umum penyakit dapat diartikan sebagai gangguan dalam fungsi atau struktur suatu organ atau bagian tubuh. Penyakit timbul dikarenakan satu atau berbagai sebab baik berasal dari lingkungan maupun dari tubuh ikan itu sendiri.

Hal-hal yang menyebabkan ikan terserang penyakit adalah:

  • Cara perawatan yang kurang baik
  • Makanan tidak cukup (gizi dan jumlah)
  • Kekurangan zat asam/oksigen terlarut
  • Perubahan suhu dan kualitas air yang mendadak

Gejala ikan yang terserang penyakit antara lain: kelainan tingkah laku, kurang nafsu makan, kelainan bentuk ikan, kelainan pada permukaan tubuh ikan, Penyakit insang, anus tidak normal, mata tidak normal dll. Penyakit dapat dibagi menjadi 2 golongan bila dilihat dari penyebabnya.

  1. Penyakit non Parasiter: adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor-faktor kimia dan fisika air yang tida cocok bagi ikan seperti: perubahan salinitas air secara mendadak, polusi dan lain sebagainnya. Selain dari itu bisa juga disebabkan oleh kekurangan makanan dan gizi yang buruk, serta stress akibat penanganan yang kurang baik.
  2. Penyakit Parasiter: Penyakit yang biasa menyerang ikan budidaya laut adalah:
  • Golongan virus
  • Golongan bakteri
  • Golongan crustacea
  • Golongan cacing
  • Golongan Protozoa
  • Golongan jamur

Penanganan terhadap ikan sakit dapat dibagi atas 2 langkah yaitu:

  1. Berdasarkan teknis budidaya:

Tindakan-tindakan yang dilakukan antara lain:

  • menghentikan pemberian pakan terhadap ikan
  • mengganti pakan dengan jenis yang lain
  • memisah-misahkan ikan tersebut dalam beberapa komponen, sehingga densitasnya menjadi rendah.
  1. Berdasarkan terapi kimia:

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah:

  • memeriksa sensifitas dari masing-masing obat yang diberikan pada ikan.
  • memperhatikan batas dari dosis masing-masing obat.
  • Tidak memberikan obat sembarangan kepada ikan yang sakit.

Cara pemberian obat:

  1. Ditenggelamkan dalam tempat budidaya.
  2. Disebarkan pada permukaan air
  3. Dicampurkan dalam pakan
  4. Dengan cara disuntikan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *