Pada post saya sebelumnya, saya telah memberikan pengalaman mengurus surat sehat jasmani dan surat bebas narkoba di RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Oleh karena di RSUD tersebut tidak bisa melakukan tes kesehatan rohani, maka 2 hari setelahnya (tanggal 17 Juli 2019) saya mengurus surat kesehatan rohani di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Tes Kesehatan Jiwa Sendiri biasa digunakan untuk keperluan melamar pekerjaan seperti dosen, atau pengurusan NIDN dan PNS. Tes kesehatan rohani bisa dilakukan di bagian konsul Poli Jiwa 2 Gedung Bappenkar RSUD Dr. Soetomo. Anda bisa minta petunjuk dari pusat informasi untuk mengetahui lokasi gedung tersebut atau cari nomor 54 di denah berikut. 

Kelengkapan yang perlu dibawa adalah KTP atau kartu pasien (jika sudah pernah berobat di RSUD tersebut). Kemudian masuk di ruang konsul Poli Jiwa 2 untuk mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran. Jika telah selesai, selanjutnya akan diarahkan untuk membayar ke kasir sebesar Rp. 320.000,-.

Setelah membayar, selanjutnya akan diarahkan menuju ruangan psikotest yang ada di gedung sebelahnya. Proses psikotes sendiri dimulai dengan mengisi formulir yang mirip dengan curriculum vitae. Psikotes terdiri dari 4 tahap tes, yaitu:

  1. Tes Logika Penalaran
  2. Tes manakah yang mencerminkan diri anda dan tidak mencerminkan diri anda
  3. WARTEGG TEST
  4. DRAW A MAN TEST (DAM)

Setelah itu, petugas akan meminta kita untuk menunggu selagi petugas menilai hasil pekerjaan kita. Tak selang lama, petugas memberikan amplop berisi hasil psikotes kita dan diminta memberikan ke ruang Poli Jiwa 2.

Di Poli Jiwa 2, selanjutnya kita akan diarahkan untuk wawancara dengan Dokter Jiwa. Wawancara ini lebih mirip dengan interview kerja, yang menanyakan segala hal tentang diri anda. Kemudian setelah interview, hasil tes akan diberikan dengan judul “Surat Keterangan Pemeriksaan Kesehatan Jiwa”. Surat ini hanya 1 lembar yang menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda Gangguan Jiwa yang nyata. Padahal dalam ekspektasi saya, akan ada hasil psikotes yang telah saya jalani. Namun hasil tersebut tidak diberikan.

Masa berlaku Surat keterangan sehat rohani ini adalah 6 bulan sejak diberikan. Namun demikian, pengurusan perlu dilakukan kembali jika nantinya digunakan untuk keperluan yang berbeda. Semisal sekarang mengurus surat keterangan sehat rohani untuk melamar pekerjaan, jika digunakan untuk mengurus NIDN maka harus melakukan pengurusan surat keterangan sehat baru. Sesuai dengan keperluan surat tersebut.

Jika anda memerlukan legalisir, anda perlu memfotocopy terlebih dahulu. Legalisir dibatasi hanya 5 lembar dan gratis. Proses legalisir juga cepat, tergantung kesibukan dari petugas itu sendiri.

Nah, itu sebagian sharing pengalaman saya saat tes kesehatan jiwa di RSUD Dr. Soetomo. Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin mengurus kelengkapan surat ini. Jika ada yang mau didiskusikan, silahkan tinggalkan komentar dibawah.

Terima Kasih.

1 Komentar pada “Mengurus Surat Sehat Rohani”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *