Salah satu contoh penilaian efek toksik menggunakan analisis semikuantitatif histopathologi adalah dijelaskan pada jurnal Georgieva et al. (2016). Pada jurnal ini digunakan sebuah histological alteration pada ikan untuk menginvestigasi bagaimana kualitas air di reservoir Topolnitsa, yang berlokasi di kawasan ekstraksi tembaga dalam beberapa dekade terakhir.

Pertama diukur terlebih dahulu konsentrasi logam di kawasan tersebut pada musim panas, dingin,, dan gugur. Kemudian diamati ciri-ciri histologis dari parenkim ikan yang hidup di lingkungan tersebut dibandingkan dengan keadaan parenkim hati ikan yang normal tanpa terkena pencemaran. Pada Figure 1 merupakan referensi jaringan parenkim hati yang normal tanpa abnormalitas patologi. Parenkim tersusun atas hepatosit dengan nukleus sentral besar dan sitoplasma yang homolog. Hepatosit terletak di antara kapiler-kapiler darah yang disebut dengan sinusoids yaitu struktur menyerupai corddan disebut hepatic cell cords. Lumen dari sinusoids sebagian besar mengandung eritrosit. Vena darah masuk masuk ke hati secara caudal dari usus melalui portal vena hepatik dan bercabang menuju sinusoid.

Gambar 1. Struktur histologi dari ikan mas normal.

Pada hasil pengamatan histologi ditemukan perubahan histologis yang luar biasa pada ikan mas dari reservoir Topolnitsa (Gambar 2, Tabel 4). Hasil dari analisis histologis menunjukkan bahwa semua individu yang diamati memiliki perubahan jaringan hati yang serupa pada musim semi, musim panas, dan musim gugur, yang diklasifikasikan pada kelompok berikut: 1. Perubahan degeneratif (degenerasi granular, degenerasi vacuolar, degenerasi hidropik, dan degenerasi lemak); 2. Perubahan nektrotik (nekrobiosis) (karyopyknosis, karyorrexis dan karyolisis, dan nekrosis); 3. Perubahan pembuluh darah (hyperemia pada sinusoid dan pembuluh darah utama).

Gambar 2. Perubahan histologis pada hati ikan carp dari reservoir Topolnista. Panah merah: degradasi granular; Panah biru: degradasi vakuola; panah oranye: Degradasi hidrpik; panah kuning: nekrobiosis; dan panah hijau: Hiperemia.

Hasilnya menunjukkan beberapa variasi pada tingkat ekspresi perubahan histologi pada hati ikan di tiga musim. Pada musim semi hanya karyolisis yang disajikan dengan tingkat keparahan sedang. Pada musim panas granular degeneration dikatergorikan dengan tingkat keparahan sedang. Degenerasi lemak hanya diamati pada musim tersebut juga. Perubahan histologis pada umumnya kurang diekspresikan di musim gugur dibandingkan musim panas (Tabel 4).

Keterangan: perubahan histologis : (-) : tidak ada perubahan;  (+/-) ringan (10-20%); (+) sedang (30-50%); (++) berat (60-80%); sangat berat (+++).

Dari data tersebut dapat disajikan data semikuantitatif dari biomarker histologis untuk mendeteksi suatu paparan cemaran logam berat di sekitar penambangan tembaga di reservoir Topolnitsa dengan tingkat keparahan histologis yang telah disajikan pada tabel 4.

Pustaka

Georgieva E. (2016). Histological and biochemical changes in liver of common carp (Cyprinus carpio L.) under metal exposure. North-Western Journal of Zoology 12 (2): 261-270

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *