Akumulasi biomarker cadmium pada masing-masing bagian tubuh akan berbeda tergantung pada fungsi dari organ atau cairan tubuh.

Biomarker cadmium pada tulang

Pada biomarker cadmium dalam tulang ditemukan hubungan negatif yang signifikan antara uCd (urine cadmium) dan bMD (bone mineral density). Selain itu, ditemukan adanya hubungan positif antara fraktur uCd dan fraktur kecelakaan. uCd sebagai variabel kontinu secara berarti dikaitkan dengan fraktur osteoporosis nonvertebralis (rasio bahaya yang disesuaikan 1,3 sampai 1,4 per mg Cd/g kreatinin). Paparan kadmium yang relatif rendah dapat meningkatkan risiko fraktur bMD rendah dan osteoporosis pada pria lanjut usia.

Biomarker cadmium pada liver

Pada biomarker cadmium pada liver menunjukkan bahwa diet Cd dapat menyebabkan stres, respon inflamasi, kerusakan jaringan dan gangguan homeostasis dari elemen jejak pada hati bebek. Apalagi kedua elemen tersebut menunjukkan kemungkinan hubungan sinergis. Dan tingginya mRNA ex-pression dari HSP dan sitokin inflamasi dapat berperan dalam resistensi toksisitas hati yang disebabkan oleh Cd.

Biomarker pada darah

Biomarker pada darah merefleksikan kondisi toksikan pada tubuh, karena darah nerupakan jalan utama dalam perjalanan zat toksik dalam tubuh, biomarker darah ini sangat penting untuk digunakan dalam mendeteksi senyawa toksik dalam tubuh. Darah seperti halnya pada urin, dapat merepresentasikan kondisi toksikan yang sebenarnya dalam tubuh.

Akumulasi cadmium pada tubuh akan berbeda dari masing-masing situs yang ditinggali. Hal ini sangat berkaitan dengan jalur toksikokinetis dari cadmium yang bisa berasal dari oral, kulit, inhalasi, ataupun paparan lain. Dari paparan awal akan terangkut molekul cadmium nenuju situs yang reaktif terhadap cadmium melalui peredaran darah ke seluruh tubuh. Pada bagian tubuh tertentu akan terjadi perbedaan akumulasi cadmium karena sifat dari plasma atau jaringan yg berikatan dengan cadmium. Hal lain yang diperhatikan adalah mobilitas dari plasma atau jaringan yang dapat menyebabkan akumulasi cadmium dapat mobil dari satu situs ke situs yang lain.

Pustaka

Wallin M. (2015). Decreased Bone Mineral Density and Increased Risk of Incident Fractures in Elderly Men: The MrOS Sweden Study. Journal of Bone and Mineral Research, Vol. 31, No. 4, April 2016, pp 732 –741 DOI: 10.1002/jbmr.2743

Cao H. et al. (2015) Alterations in trace element levels and mRNA expression of Hsps and in fl ammatory cytokines in livers of duck exposed to molybdenum or/and cadmium. Ecotoxicology and Environmental Safety 125 (2016) 93– 10 1 http ://dx.doi.org/10.1016/j.ecoenv.2015.12.0 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *