Ada dua hal yang mempengaruhi kestabilan ion kompleks, yaitu kestabilan termodinamik dan kestabilan kinetik. Kestabilan termodinamik berkaitan dengan energi ikatan, tetapan kestabilan, dan potensial redoks (sifat-sifat yang mengacu pada kondisi kesetimbangan). Sedangkan kestabilan kinetik membahas tentang laju dan mekanisme reaksi kimia, pembentukan kompleks antara, energi aktivasi proses, dan lainya,

Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan diantaranya adalah :

Sifat-sifat Ion logam

  • Semakin kecil ukuran ion logam akan meningkatkan konstanta kestabilan senyawa kompleks. Kecilnya ukuran ion logam dapat meningkatkan tarikan antara inti dengan elektron terluar, sehingga jika terjadi ikatana dengan igan maka ligan akan  semakin terikat kuat dan semakin stabil.
    Hal ini dapat dilihat pada tabel 1.1
Mn+ Elektron d Jari-jari (A)
Mn2+ d3 0,91
Fe2+ d6 0,89
Co2+ d7 0,82
Ni2+ d8 0,78
Cu2+ d9 0,69
Zn2+ d10 0,74

Tabel 1.1

  • Semakin besar muatan ion logam, maka konstanta kestabilan senyawa kompleks  akan meningkat.
    Hal ini dapat dilihat pada tabel 1.2
Muatan Kestabilan
Li+ 2
Y3+ 1 x 107
Th4+ 1 x1010

Tabel 1.2

Contoh : LiOH+  ;  YOH2+   ; ThOH3+

  • Semakin besar polarisabilitas suatu anion maka senyawa kompleks semakin stabil.
  • Semakin besar sifat keelektronegatifan ion logam, maka senyawa kompleks yang dibentuk dari ion tersebut semakin stabil.
  • Semakin besar energi ionisasi suatu ion logam, maka kestabilan kompleksnya akan meningkat.
    Hal ini dapat dilihat pada tabel 1.3
Mn+ Jari-jari ion KMOH(n-1)+
Li+ 0,6 2
Ca2+ 0,99 3 x 101
Ni2+ 0,69 3 x 103
Y3+ 0,93 3 x 107
Th4+ 0,002 3 x 1010
Al3+ 0,5 3 x 109
Be2+ 0,31 3 x107

Tabel 1.3

Sifat-sifat Ligan

Kestabilan ion kompleks bertambah dengan naiknya kekuatan basa Lewis dan kemampuan ikatan π. Sifat-sifat lain yang dapat mempengaruhi kestabilan kompleks antara lain :

  1. Kestabilan ligan 
    • Semakin bertambahnya sifat kebasaan Lewis pada ligan, maka kestabilanya semakin besar.
  2. Momen dipol dan polarisabilitas ligan
    • Semakin meningkatnya interaksi elektrostatik, dan polarisabilitas, maka kestabilan juga akan meningkat.
  3. Ikatan phi
    • Kestabilan kompleks meningkat dengan bertambahnya muatan ion pusat sehingga ion pusat lebih mudah menarik ligan sebagai elektron dalam senyawa kompleks.
  4. Faktor sterik
    • Kestabilan kompleks akan meningkat jika efek sterik rendah.

Sifat pelarut

Pelarut yang memiliki tetapan elektrik rendah dan momen dipol rendah diharapkan dapat menigkatkan kestabilan dan tetapan kestabilan kompleks. Pelarut selaku donor pasangan elektron cenderng untuk membentuk kompleks dengan ion logam, sehingga hadirnya ligan akan terjadi kompetisi dengan molekul pelarut agar dapat berikaan dengan ion logamm. Oleh karena itu jika pelarut merupakan donor pasangan elektron yang kuat, maka dapa mengurangi tetapan kestabilan kompleks logam.

Efek Khelat

Adanya khelat dapat meningkatkan kestabilan senyawa kompleks logam. Bertambahnya kestabilan pada kompleks logam dipengaruhi oleh dua hal, yaitu :

Ukuran cincin khelat

Cincin khelat segi lima dan segi enam lebih stabil dibandingkan dengan cincin khelat segiempat dalam kompleks logam, seperti kompleks nitrat sulfat, dan karbonat.

Jumlah cincin khelat

Terbentunya cincin khelat dapat menambah kestabilan kompleks, semakin banyak cincin khelat yang terbentuk konstanta kestabilan akan semakin meningkat pula.

Hal ini dapat dijelaskan pada tabel 1.4

Efek template

            Jenis ligan khusus, seperti polieter mempunyai atom yang berkemampuan untuk menyumbang pasangan elektronnya dalam suatu cincin planar besar. Ligan ini mengurung atom logam pusat membentuk susunan molekul seperti mahkota, seperti pada pembentukan kompleks logam alkali yang stabil. Proses yang terjadi adalah ligan yang berupa cincin makrosiklik akan mengubah strukturnya menjadi lubang untuk mengikat logam, seperti ligan polieter yang akan membuka cincinnya pada kation logam alkali yang sesuai kemudian menarik ion logam secara sterik ke posisinya dan menyebabkan reaksi menjadi stereospesifik ataunstabil. Ini disebut sebagai efek template.

Efek entropi

Faktor utama yang mempengaruhi kestabilan cincin khelat adalah adanya perubahan entropi yang dapat dilihat secara statistik atau sebagai faktor kemungkinan (probabilitas). Definisi entropi sendiri adalah suatu kecenderungan untuk berada pada keadaan yang secara statistik paling mungkin, dapat diterangkan sebagai keadaan “lebih tidak beraturan.”

Efek sterik

Efek sterik disebut juga jejalan ruang dalam struktur-struktur. Bila gugus besar berjejalan dalam suatu ruang sempit, maka tolak-menolak antara gugus bertambah besar sehingga energi sistem menjadi tinggi. Efek sterik sangat mempengaruhi kestabilan senyawa kompleks. Akibatnya jika efek sterik rendah, maka akan dicapai suatu kestabilan senyawa kompleks yang meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *