Pisang mendapat nama latinnya pada tahun 63-14 sebelum masehi yaitu Musa paradisiaca. Nama Musa diambil dari nama seorang dokter dari Kekaisaran Romawi Octavius Augustus, yang bernama Antonius Musa. Pada zaman tersebut dokter A. Musa sering menganjurkan kepada Kaisarnya untuk mengkonsumsi pisang demi kesehatan kaisar. Jadi untuk menghormatinya, namanya digunakan sebagai nama genus dari pisang.

Gambar 1. Tanaman Pisang

Sistematika Pisang

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang.

Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut:

  • Divisi             : Spermatophyta
  • Sub divisi      : Angiospermae
  • Kelas             : Monocotyledonae
  • Keluarga        : Musaceae
  • Genus            : Musa
  • Spesies           : Musa spp

 Jenis-jenis pisang :

  1. Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. paradisiaca var Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Misalnya pisang ambon, susu, raja, cavendish, barangan dan mas.
  2. Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma typica atau disebut juga M. paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka, tanduk dan kepok.
  3. Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Misalnya pisang batu dan klutuk.
  4. Pisang yang diambil seratnya, misalnya pisang manila (abaca).

Morfologi Pisang

Akar

Gambar 2. Akar Tanaman Pisang

Pohon pisang berakar rimpang dan tidak mempunyai akar tunggang. Akar ini berpangkal pada umbi batang. Akar terbanyak berada pada bagian bawah tanah. Dengan diameter sekitar 0,5-1 cm dan berbentuk silinder menyebabkan akar-akar ini terlihat besar-besar dan tampak seperti cacing. Akar ini menuju bawah sampai kedalaman 75-150 cm. sedang akar yang ada di bagian samping umbi batang tumbuh kesamping atau mendatar. Dalam perkembanganya akar samping bisa mencapai 4-5 meter. Akar ini keluar dari batang dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 3-4 akar.

Batang

Gambar 3. Batang Pisang
Gambar 4. Bonggol Pisang

Batang pisang yang biasa kita lihat sebenarnya adalah batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang membesar di pangkalnya dan mengumpul membentuk struktur berselang-seling yang terlihat kompak sehingga tampak sebagai batang. Sebutan untuk batang palsu tersebut adalah pseudo stem. Tinggi batang semu ini berkisar 3,5-7,5 meter tergantung jenisnya. Batang pisang yang sebenarnya terdapat di dalam tanah dan kadang-kadang muncul di permukaan tanah sebagai bentuk seperti umbi. Dari umbi batang inilah tumbuh akar dan tunas-tunas

 Daun

Gambar 5. Daun Pisang

Daun pisang letaknya tersebar, helaian daun berbentuk lanset memanjang. Pada bagian bawahnya berpilin. Daun ini diperkuat oleh tangkai daun yang panjangnya antara 30-40 cm. Daun pisang mudah sekali robek atau terkoyak oleh hembusan angin yang keras karena tidak mempunyai tulang tepi yang menguatkan lembaran daun.

Daun Pisang yang dewasa berbentuk lonjong dan bertulang daun menyirip sedangkan daun mudanya menggulung. Perlekatan daun pada batang membentuk roset batang. Helai daunnya lebih panjang dari tangkai daunnya. Keunikan dari daun pisang adalah pelepah daun yang membesar dan mengumpul berselang seling membentuk suatu struktur seperti batang yang disebut psudo stem. Di bawah permukaan daun mengkilap karena dilapisi lapisan kutikula untuk mencegah penguapan berlebih, sedangkan permukaan bawahnya dilapisi oleh suatu lapisan lilin tebal yang berfungsi menahan air agar tidak membasahi daun.

Kebanyakan daun pisang berwarna hijau tua untuk daun yang dewasa dan hijau muda untuk daun yang masih muda. Kecuali untuk beberapa species, terdapat bercak merah atau ungu pada lembaran daunnya atau pada ibu tulang daun.

Bunga

Gambar 6. Bunga Pisang

Bunga berkelamin satu, berumah satu dalam tandan. Bunga Pisang merupakan bunga majemuk. Bunga majemuk yang baru keluar dari batang masih bersatu membentuk struktur seperti jantung yang ukurannya tergantung dari speciesnya. Setelah beberapa hari brahkteola-brahteolanya mulai terbuka dan menampakkan bunga yang sebenarnya. Bunga-bunga tersebut sekilas tampak seperti udang yang berwarna kuning keputih-putihan dengan panjang 4-7cm dan lebar 1-2 cm. Masing-masing bunga tersebut memiliki satu sepal, satu petal, satu putik dengan banyak ovarium, dan 4 buah benang sari dengan tangkai sari sepanjang 3-4 cm. Setiap bunga tersebut menghasilkan satu buah, dan karena terdapat banyak bunga maka satu tandan bunga dapat menghasilkan 77-250 buah yang dibagi dalam 6-14 sisir. Daun penumpu bunga berjejal rapat dan tersusun secara spiral. Daun pelindung berwarna merah tua, berpilin, dan mudah rontok dengan panjang 1-25 cm. Bunga tersusun dalam 2 baris melintang. Bunga betina berada dibawah bunga jantan (jika ada). Lima daun tenda bunga melekat sampai tinggi, panjangnya 6-7 cm.

Buah

Gambar 7. Buah Pisang

Sesudah bunga keluar, akan terbentuk sisir pertama, kemudian memanjang lagi dan terbentuk sisir kedua, ketiga dan seterusnya.

Reproduksi Pisang

Reproduksi pisang terutama dilakukan dengan tunas vegetatif. Tunas vegetatif tersebut tumbuh dari umbi batang yang terdapat di dalam tanah. Anak yang baru keluar nampak seperti tanduk kerbau yang kecil. Dalam pertumbuhannya tunas vegetatif ini dibagi menjadi dua jenis. Pertama adalah tunas yang kecepatan tumbuhnya sedang, terus meruncing ke atas hingga lebih dari satu meter dan berdaun sempit sehingga nampak seperti tombak. Yang kedua adalah tunas yang tumbuhnya relatif cepat, berdaun lebar-lebar sehingga tampak seperti panyung. Induk dan anak-anak yang tumbuh ini membentuk suatu kelompok yang disebut rumpun.

Persebaran Pisang

Pisang berasal dari daerah Indo-Malesia ( Asia Tenggara) dan tempat tersebut juga merupakan pusat keanekaragamannya. Indonesia merupakan salah satu pusat utamanya. Diduga Musa acuminata yang berbiji merupakan bentuk diploid pisang yang asli tumbuh di daerah tersebut dan merupakan tetua dari kebanyakan pisang yang dimakan. Dari Asia Tenggara pisang menyebar ke arah tropika dan akhirnya ke daerah subtropika di Asia, Amerika, Afrika dan Australia berkat jasa para pedagang jaman dahulu.

Habitat Pisang

Pisang banyak terdapat di daerah tropis karena menyukai iklim panas dan memerlukan matahari penuh untuk pemaksimalan pertumbuhannya. Karena itulah di Indonesia tumbuh subur tanaman ini. Tetapi temperatur merupakan faktor utama dalam perkembangan kehidupannya. Di pusat produksinya, temperatur di bawah 15°C akan mengurangi hasilnya, temperatur optimum untuk pertumbuhan adalah pada suhu 27°C – 38°C.Tanaman ini dapat tumbuh di tanah yang cukup air pada daerah dengan ketinggian sampai 2.000 m dpl. Untuk hasil yang optimum diperlukan curah hujan 200—220 mm dan kelembaban tanah berkisar antara 60—70%. Selain itu pisang juga toleran pada keasaman pH 4.5 – 7.5. Tanaman pisang juga tahan terhadap kekeringan ringan, karena batang semunya yang banyak mengandung air. Akarnya yang panjang juga berguna dalam hal tersebut. Tanah yang disukai tanaman pisang adalah yang mengandung kapur (CaCO3) dan juga banyak mengandung unsure Kalium (K). Walaupun begitu, sebenarnya tanaman pisang dapat tumbuh di mana saja karena sifatnya yang mudah beradaptasi.

Manfaat Pisang

Buah pisang selain dapat dikonsumsi dengan berbagai macam olahan mempunyai banyak manfaat yaitu mulai dari mengatasi masalah kecanduan rokok sampai untuk masalah kecantikan seperti masker wajah, mengatasi rambut yang rusak dan menghaluskan tangan.

Selain buahnya pisang jarang dimanfaatkan, seperti batang, bonggol, kulit dan jantungnya. Tetapi seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka banyak yang bisa dimanfaatkan dari limbah-limbah yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga akan meningkatkan kualitas dari limbah tersebut dan menambah nilai ekonomi dari limbah tersebut.

Contoh penanganan limbah pisang dengan cara guna ulang (Reuse) ialah:

Kulit Pisang Ambon Bisa Digunakan Untuk Pengobatan

Pisang ambon sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Selain mengandung vitamin C, pisang ambon juga mengandung serat tinggi yang berfungsi melancarkan saluran pencernaaan, sehingga buang air besar pun jadi lancar. Ternyata, selain buahnya, kulit pisang ambon pun berguna untuk mengobati bercak-bercak hitam agak kasar ( misalnya bekas cacar) pada kulit.

Bonggol pisang untuk obat dan makanan

Air bonggol pisang kepok dan klutuk juga diketahui dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit disentri, pendarahan usus, obat kumur serta untuk memperbaiki pertumbuhan dan menghitamkan rambut. Sedangkan untuk makanan, bonggol pisang dapat diolah menjadi penganan, seperti urap dan lalapan.

Batang Pisang yang dijadikan pakan ternak

Batang pisang yang tidak dipakai biasanya langsung dibuang atau untuk menahan laju air tapi selain itu batang pisang juga bisa digunakan untuk pakan ternak karena kandungan yang terkandung di dalam batang pisang dapat meningkatkan gizi pada ternak tersebut sehingga akan meningkatkan kualitas dari ternak tersebut.

Daun pisang sebagai pembungkus makanan

Daun pisang digunakan untuk membungkus makanan karena dengan membungkus makanan dengan menggunakan daun pisang akan menambah cita rasa dalam makanan tersebut contoh bahan makanan yang sering menggunakan daun pisang sebagai pembungkus adalah tempe dan berbagai jenis makanan tradisional.

Contoh penanganan limbah pisang dengan cara daur ulang (recycle) ialah

  • Cuka Kulit Pisang
  • Nata dari Kulit Pisang
  • Roti dari Kulit Pisang
  • Dendeng Jantung Pisang
  • Keripik Bonggol Pisang
  • Batang Pisang Sebagai Bahan Dasar Kertas Daur Ulang

Komposisi Kimia Bonggol Pisang

Buah pisang banyak mengandung karbohidrat baik isinya maupun kulitnya. Pisang mempunyai kandungan khrom yang berfungsi dalam metabolisme karbohidrat dan lipid. Khrom bersama dengan insulin memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel-sel. Kekurangan khrom dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan toleransi glukosa. Umumnya masyarakat hanya memakan buahnya saja dan membuang kulit pisang begitu saja. Di dalam kulit pisang ternyata memiliki kandungan vitamin C, B, kalsium, protein, dan juga lemak yang cukup. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa komposisi kulit pisang banyak mengandung air yaitu 68,90 % dan karbohidrat sebesar 18,50 %.

Selain kulit pisang limbah dari tanaman pisang yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah bonggol pisang. Adapun kandungan kimia dari bonggol pisang adalah sebagai berikut: kalori 99 (kal), protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 mg, serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin 0,08 mg, dan air 72 gram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *