• Farmakologi adalah cara-cara pemberian obat dan faktor yang mempengaruhi pemberian obat.
  • Oral adalah salah satu cara pemberian obat yang paling umum dilakukan karena mudah, aman dan murah. Kerugiannya banyak faktor dapat mempengaruhi bioavailabilitasnya, yaitu: obat dapat mengiritasi saluran cerna, perlu kerjasama dengan penderita, sehingga tidak dapat dilakukan bila pasien koma. Absorpsi obat terjadi secara difusi pasif, oleh sebab itu obat harus mudah larut dalam lemak dan dalam bentuk non-ionik. Absorpsi obat dalam usus halus lebih cepat karena epitel usus halus permukaannya luas karena berbentuk vili yang berlipat. Sedangkan dalam lambung lebih lambat karena dindingnya tertutup lapisan mukus yang tebal.
  • Injeksi subkutan injeksi yang hanya boleh dilakukan untuk obat yang tidak menyebabkan iritasi jaringan. Pada umumnya absorpsi terjadi secara lambat dan konstan sehingga efeknya bertahan lama. Sediaan obat dalam bentuk suspensi diserap lebih lambat daripada larutan. Pemberian obat yang dicampur dengan obat vasokonstriktor juga dapat memperlambat absorpsi obat tersebut. Obat bentuk padat yang ditanamkan dibawah kulit dapat diabsorpsi selama beberapa minggu atau beberapa bulan.
  • Intraperitoneal suntikan cara ini tidak lazim dilakukan pada manusia, tetapi sering dilakukan pada hewan laboratorium terutama mencit dan tikus. Obat yang disuntuikkan dalam rongga peritonium akan diabsorpsi cepat, sehingga reaksi obat akan cepat terlihat.
  • Intra muskuler pemberian obat melalui cara ini sering dilakukan pada manusia dan hewan, tetapi untuk hewan coba seperti mencit dan tikus jarang dilakukan. Obat yang diberikan dengan cara ini akan diabsorpsi relatif kurang cepat. Daya kelarutan obat dalam air sangat menentukan kecepatan dan kelengkapan absorpsi. Obat yang sukar larut dalam air dapat mengendap di tempat suntikan, sehingga absorpsinya berjalan lambat, tidak lengkap dan tidak teratur.
  • Per-rektal : pemberian obat dengan cara ini, absorpsinya relatif lambat karena daya absorpsi rektum tidak sperti pada usus.
  • Inhalasi : pemberian obat cara ini hanya dapat dilakukan pada obat-obat berbentuk larutan yang mudah menguap. Absorpsinya terjadi melalui epitel paru-paru dan mukosa saluran nafas. Absorpsi obat terjadi dengan cepat karena permukaan absorpsinya luas. Pemberian obat dengan cara ini  cukup susah dan kurang baik karena: perlu alat yang khusus, sukar mengatur dosisnya dan obatnya dapat mengiritasi epithel paru.
  • Intra-vena : pemberian obat dengan cara ini , obat tidak mengalami absorpsi, maka kadar obat dalam darah dapat diperoleh dengan cepat, tepat dan dapat disesusaikan langsung dengan penderita.
  • Farmakokinetika : studi tentang absorpsi, distribusi, dan biotransformasi serta eksresi (eliminasi), atau pengaruh organisme hidup terhadap obat, atau penanganan obat oleh organisme hidup.
  • Farmakodinamika : studi tentang tempat dan mekanisme kerja serta efek fisiologik dan biokimiawi obat pada organisme hidup, atau pengaruh obat terhadap organisme hidup.
  • Farmakoterapi : cabang ilmu farmakologi yang mempelajari penggunaan obat untuk pencegahan dan menyembuhkan penyakit.
  • Farmakognosi : cabang ilmu farmakologi yang mempelajari sifat-sifat tumbuhan dan bahan lain yang merupakan sumber obat.
  • Khemoterapi : cabang ilmu farmakologi yang mempelajari pengobatan penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen termasuk pengobatan neoplasma.
  • Toksikologi : Ilmu yang mempelajari keracunan zat kimia termasuk obat, zat yang digunakan dalam rumah tangga, industri, maupun lingkungan hidup lain. Dalam cabang ini juga dipelajari cara pencegahan, pengenalan dan penanggulangan kasus-kasus keracunan.
  • Farmasi : suatu sistem yang memberikan pelayanan kesehatan dengan perhatian khusus pada pengetahuan tentang obat dan efeknya pada manusia dan hewan.
  • Definisi obat
    • Obat adalah zat kimia yang mempengaruhi proses kehidupan (benet,1991)
    • Obat adalah substansi yang digunakan untuk merubah atau menyelidiki sistem fisiologi atau patologi untuk keuntungan si penerimanya (who,1966).
    • Obat dalam arti yang lebih spesifik setiap zat kimia selain makanan yang mempunyai pengaruh terhadap atau dapat menimbulkan efek pada organisme hidup.
  • Obat esensial : adalah obat yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat terbanyak.
  • Obat generik : adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam farmakope indonesia (fi) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.
  • Obat paten : adalah obat dengan nama yang merupakan milik produsen yang bersangkutan.
  • Obat plasebo : adalah obat buatan yang tidak mengandung zat berkhasiat atau obat yang tidak berkhasiat.
  • Obat tradisional  : adalah obat yang berasal dari bahan-bahan tumbuhan, hewan maupun mineral dari alam secara murni, yang dibuat dan diolah secara sederhana berdasarkan turun temurun, dimana efek, dosis dan bentuknya sangat bervariasi dalam penggunaannya.
  • Obat bebas : obat yang dijual bebas dipasaran, tersebar luas di apotik sampai di warung, mempunyai logo berwarna hijau
  • Obat bebas terbatas : obat keras dengan batasan jumlah dan kadar isi berkhasiat dan harus ada tanda peringatan (p). Dijual bebas dan mempunyai logo berwarna biru.
  • Obat keras (daftar g = gevaarijk = berbahaya) : obat berkhasiat keras yang untuk memperolehnya harus dengan resep dokter, mempunyai logo berwarna merah.
  • Obat narkotika ( daftar o = opiat) : yaitu obat yang termasuk golongan narkotik dengan turunannya, psikotropik dan anastesi lokal maupun umum, untuk memperolehnya harus denagan resep dokter dan apotik wajib melaporkannya.
  • Enteral : cara pemberian obat melalui jalur saluran cerna atau saluran oral gastrointestinal, dimulai dari mulut sampai poros usus (rektum).
  • Parental : cara pemberian dengan menempatkan obat diluar saluran cerna, meliputi : topikal, injeksi, dan inhalasi.
  • Intravaskuler : menempatkan obat langsung kedalam aliran darah.
  • Ekstra-vaskuler : pemberian atau penempatan obat diluar atau tidak langsung ke sistem aliran darah.
  • Apotek adalah tempattertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat.
  • Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus pendidikan profesi dan telah mengucapkan sempah berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku dan berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia sebagai apoteker.
  • Biofarmasi adalah bagian ilmu farmasi yang bertujuan menyelidiki tentang pengaruh formulasi obat terhadap efek terapeutiknya sehingga bentuk sediaan obat harus dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan efek yang optimal.
  • Bidang Kefarmasian merupakan bidang keahlian farmasi yang berada dalam lingkup dunia kesehatan yang berkaitan erat dengan produksi, distribusi, penyimpanan dan penanganan perbekalan farmasi  dan layanan kefarmasian untuk tujuan kesehatan.
  • Bukal / sublingual yaitu cara pemakaian obat dengan  meletakkan obat diantara gusi dan pipi atau dibawah lidah. Absorpsi obatnya melalui selaput lendir mulut masuk ke peredaran darah sehingga obat tidak mengalami metabolisme lintas pertama di hati. Tablet akan hancur dan zat aktif akan dilepas secara perlahan serta larut dengan bantuan saliva.
  • Efek samping obat adalah efek ikutan yang muncul setelah pemberian obat dengan dosis sesuai anjuran.
  • Farmakognosi adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan dan pengenalan bentuk mikroskopik dan makroskopik berbagai tumbuha-tumbuhan, hewani, mineral dan organisme lainnya yang dapat digunakan dalam pengobatan.
  • Farmakokinetika adalah ilmu yang mempelajari cara kerja obat, efek obat terhadap fungsi berbagai organ dan pengaruh obat terhadap reaksi biokimia dan struktur organ tubuh.
  • Farmakologi (luas) adalah ilmu yang mempelajari sejarah, asal usul obat, sifat fisika dan kimiawi. Cara mencampur dan membuat obat, efek terhadap fungsi biokimia dan faal, cara kerja, absorpsi, distribusi, biotransformasi dan eksresi, penggunaan dalam klinik dan efek toksisnya.
  • Farmakologi (sempit) adalah ilmu yang mempelajari penggunaan obat untuk diagnosis, pencegahan dan penyembuhan penyakit.
  • Farmakoterapi adalah ilmu yang mempelajari penggunaan obat untuk menyembuhkan penyakit.
  • Farmakoterapeutik yaitu menggunakan obatdalam bentuk sediaan untuk terapi berdasarkan pengetahuan farmakologi, farmasi serta klinis.
  • Farmasi adalah ilmu yang mempelajari cara membuat, mencampur dan formulasi.
  • Farmasi-Kedokteran merupakan perpaduan ilmu farmasi & ilmu kedokteran yg menekankan aspek obat sebagai sarana terapi, berorientasi kepada penderita khususnya dan kesehatan masyarakat umumnya.
  • Guttae adalah sediaan obat dengan menggunakan penetes.
  • Intra dermal (transdermal) yaitu pemakaian obat dengan cara pemberian melalui kulit untuk tujuan sistemik dengan menempelkan sediaan yang diberi penyanggah kain/ kasa.
  • Intra nasal (nebula) yaitu pemakaian obat dengan cara memasukkan sediaan obat ke dalam lubang hidung pada kasus pilek, flu atau sinusitis.
  • Inplantasi yaitu cara penggunaan obat dengan memasukkan pellet ke bawah kulit, biasanya dilakukan operasi kecil secara steril.
  • Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut.
  • Kaplet (Caplet) adalah tablet yang berbentuk kapsul.
  • Kemoterapi adalah cara pengobatan penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen dengan zat kimia
  • Medication error merupakan kejadian yang merugikan pasien akibat pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan, yang sebetulnya dapat  dicegah.
  • Medication record merupakan catatan pengobatan setiap pasien.
  • Obat adalah bahan atau paduan bahan yang berasal dari alam, sintetis atau mineral yang digunakan untuk diagnosis, memperbaiki, menyembuhkan penyakit atau kelainan tubuh atau bagian tubuh manusia atau hewan.
  • Obat dalam adalah obat yang pemakaiannya melalui oral, oesophagus, berlanjut ke gitract, kemudian terjadi absorpsi, selanjutnya ke sirkulasi sistemik seperti ke organ tubuh, dan akan menimbulkan efek farmakologi. Obat tersebut diberi tanda etiket warna putih.
  • Obat luar adalah obat yang pemakaiannya selain dari oral dan oesophagus yang akan memberikan efek lokal atau sistemik. Obat tersebut diberi tanda dengan etiket biru. Contoh: obat topikal, parenteral, trochesci, inhalasi, per-rectal, per-vagina, guttae obat luar.
  • Obat Diagnostik adalah obat yang membantu untuk melakukan diagnostik (pengenalan penyakit).
  • Obat Kemoterapi adalah obat kimia yang terutama bekerja terhadap kuman parasit dan mikroba patogen lainnya.
  • Obat jadi adalah sediaan atau paduan bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki system fisiologi atau keadaan penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan atau kontrasepsi.
  • Obat Generic adalah obat yang penamaannya sesuai dengan nama resmi yang tercantum dalam Farmakope Indonesia (FI) atau International Non Property Names (INN).
  • Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
  • Parenteral yaitu penggunaan obat dengan cara merobek atau menusuk kulit dengan jarum yang tajam dan melalui jarum tersebut dialirkan obat masuk ke dalam tubuh.
  • Pellet adalah tablet yang berbentuk batang-batang kecil steril, yang dipergunakan dengan cara implantasi.
  • Pemberian Obat Intravena Langsung adalah cara memberikan obat melalui vena secara langsung, di antaranya vena mediana cubiti/cephalika (lengan), vena saphenous (tungkai), vena jugularis (leher), vena langsung frontalis/temporalis (kepala), yang bertujuan agar reaksi cepat dan masuk pada pembuluh darah.
  • Pemberian Obat Intravena Tidak Langsung (via Wadah) merupakan cara memberikan obat dengan menambahkan atau memasukkan obat ke dalam wadah cairan intravena yang bertujuan untuk meminimalkan effek samping dan mempertahankan kadar terapetik dalam darah.
  • Pemberian Obat pada Hidung merupakan cara memberikan obat pada hidung dengan tetes hidung yang dapat dilakukan ada seseorang dengan keradangan hidung (rhinitis) atau nasofaring.
  • Pemberian Obat pada Kulit merupakan cara memberikan obat pada kulit dengan mengoleskan bertujuan mempertahankan hidrasi, melindungi permukaan kulit, mengurangi iritasi kulit, atau mengatasi infeksi. Pemberian obat kulit dapat bermacam-macam seperti krim, losion, aerosol, dan sprei.
  • Pemberian Obat pada Mata merupakan cara memberikan obat pada mata dengan tetes mata atau salep mata obat tetes mata digunakan untuk persiapan pemeriksaan struktur internal mata dengan cara mendilatasi pupil, untuk pengukuran refraksi lensa dengan cara melemahkan otot lensa, kemudian juga dapat digunakan untuk menghilangkan iritasi mata.
  • Pemberian Obat pada Telinga merupakan cara memberikan obat pada telinga dengan tetes telinga atau salep. Obat tetes telinga ini pada umumnya diberikan pada gangguan infeksi telinga khususnya pada telinga tengah (otitis media), dapat berupa obat antibiotik.
  • Pemberian Obat per Intramuskular merupakan cara memasukkan obat ke dalam jaringan otot. Lokasi penyuntikan dapat pada daerah paha (vastus lateralis), ventrogluteal (dengan posisi berbaring), dorsogluteal (posisi tengkurap), atau lengan atas (deltoid). Tujuannya agar absorpsi obat lebih cepat.
  • Pemberian Obat per Oral merupakan cara pemberian obat melalui mulut dengan tujuan mencegah, mengobati, mengurangi rasa sakit sesuai dengan efek terapi dari jenis obat. Per-oral artinya cara pemakaian obat melalui mulut yang kemudian menuju oesophagus dan menuju ke lambung, selanjutnya ke usus (gitract = gastro intestinal tractus).
  • Pemberian Obat per Vagina merupakan cara memberikan obat dengan memasukkan atau menyisipkan obat melalui vagina, yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat (membersihkan dan membasmi mikroorganisme, terutama jamur dan sekaligus menghilangkan bau tidak sedap) dan mengobati saluran vagina atau serviks. Obat ini tersedia dalam bentuk krim dan suppositoria yang digunakan untuk mengobati infeksi lokal.
  • Pemberian obat secara topikal adalah memberikan obat secara lokal pada kulit atau pada membrane pada area mata, hidung, lubang telinga, vagina dan rectum.
  • Pemberian Obat via Anus/Rektum merupakan cara memberikan obat dengan memasukkan obat melalui anus atau rektum, dengan tujuan memberikan efek lokal dan sistemik. Tindakan pengobatan ini disebut pemberian obat suppositoria yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat, menjadikan lunak pada daerah feses dan merangsang buang air besar.
  • Pemberian Obat via Jaringan Intrakutan merupakan cara memberikan atau memasukkan obat ke dalam jaringan kulit dengan tujuan untuk melakukan tes terhadap reaksi alergi jenis obat yang akan digunakan. Pemberian obat melalui jaringan intrakutan ini dilakukan di bawah dermis atau epidermis, secara umum dilakukan pada daerah lengan tangan bagian ventral.
  • Prolonged Action adalah suatu tipe sediaan obat berefek lama yang kadar terapi obatnya diperoleh dari bentuk sediaan dosis lazim tunggal. Misalnya, sediaan timespan dan retard.
  • Pulvis merupakan suatu campuran obat dan/atau bahan kimia dalam bentuk kering, halus dan homogen.
  • Pulveres merupakan suatu campuran yang terdiri dari 1 atau lebih bahan obat yang dibuat  dalam bentuk terbagi-bagi , yang kering , halus dan homogen.
  • Reaksi Alergi adalah respons lain yang tidak dapat diperkirakan terhadap obat.
  • Repeat Action adalah suatu tipe sediaan obat berefek lama yang kadar terapi obatnya menghasilkan pengobatan seperti pada dosis tunggal yang lain pada waktu berikutnya (aksi obat berulang). Misalnya, sediaan repetab.
  • Resep merupakan permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
  • Sediaan farmasi ialah obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika.
  • Sustained Release (SR) adalah suatu tipe sediaan obat berefek lama yang kadar terapi obatnya dicapai dengan kecepatan yang sama seperti pada dosis tunggal. Misalnya, FEOSPAN 2 spansule, NATRILIX SR, VOLTAREN SR.
  • Tablet merupakan sediaan padat yang dibuat dengan mengempa atau mencetak obat atau campuran obat dengan atau tanpa zat tambahan.
  • Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari keracunan oleh berbagai zat kimia terutama obat. Pemakaian obat secara topical artinya penggunaan sediaan melalui kulit pada superfisial epidermis dengn tujuan lokal. Obat diberikan untuk mempercepat penyembuhan, bila pemberian oral tidak mencapai superfisial epidermal yang miskin pembuluh kapiler. Penggunaan kurang tepat bila kulit rusak, karena kemungkinan besar akan terjadi efek iskemik untuk obat tertentu.
  • Topikal merupakan pemakaian obat secara topical artinya penggunaan sediaan melalui kulit pada superfisial epidermis dengn tujuan lokal. Obat diberikan untuk mempercepat penyembuhan, bila pemberian oral tidak mencapai superfisial epidermal yang miskin pembuluh kapiler. Penggunaan kurang tepat bila kulit rusak, karena kemungkinan besar akan terjadi efek iskemik untuk obat tertentu.
  • Urethral yaitu pemberian obat ke dalam urethra laki-laki maupun wanita, tujuannya untuk membasmi mikroorganisme dan menghilangkan radang pada urethra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *